5 Langkah Pembuatan Laporan Arus Kas bagi Sebuah Bisnis

  • Whatsapp
5-Langkah-Pembuatan-Laporan-Arus-Kas-bagi-Sebuah-Bisnis
Foto dari Canva

Manajemen finansial bagi seorang pebisnis tidaklah bisa dianggap remeh. Banyak sekali hal yang harus dipersiapkan agar pengelolaan finansial bisnis berjalan lancar dan akurat. Salah satunya adalah pembuatan laporan arus kas yang memiliki peran penting bagi pengembangan bisnis Anda. Laporan ini akan menjadi acuan penting dalam evaluasi sekaligus pengambilan strategi bisnis kedepannya.

Membuat laporan arus kas

Tentunya penyusunan laporan ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Laporan ini berhubungan langsung dengan keuangan bisnis sehingga penyusunannya harus hati-hati dan teliti. Berikut ini adalah beberapa langkah pembuatan laporan cash flow yang sebaiknya Anda cermati:

1. Kumpulkan Data Laba Rugi

Laporan ini melibatkan beberapa aspek data penting dan salah satunya adalah data laba rugi. Bisa dikatakan bahwa jenis data ini sangatlah penting bagi pengelolaan sebuah bisnis. Tentunya sebagai pebisnis Anda akan menjadikan data laba rugi sebagai acuan dalam mengambil langkah strategi ke depan.

Pembuatan data laba rugi tentu harus melibatkan perhitungan angka pengeluaran dan pemasukan. Selisih uang masuk dan keluar inilah yang kemudian akan menghasilkan data laba rugi yang lengkap serta akurat. Pastikan bahwa data yang dibuat sudah rinci, artinya semua jenis uang masuk dan keluar dituliskan sesuai pemakaiannya.

2. Kumpulkan Data Neraca

Selanjutnya silakan kumpulkan data neraca karena data ini juga terlibat dalam proses penyusunan arus kas. Data neraca ini adalah balance sheet atau laporan sistematis mengenai aktiva, utang, juga modal yang digunakan oleh sebuah perusahaan di satu periode waktu tertentu. Bisa dikatakan bahwa data neraca ini merupakan gambaran kondisi finansial dari sebuah perusahaan.

Apa saja komponen yang harus diamati dari data neraca ini? Penyusun laporan harus mengamati data aktiva atau aset yang dimiliki oleh perusahaan. Kemudian harus dilihat juga liabilitas yang tersusun dari utang lancar serta utang jangka panjang milik perusahaan. Selanjutnya perhatikan pula nilai modal atau ekuitas yang menjadi kekayaan bisnis tersebut.

3. Buat Perbandingan Neraca

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah membandingkan dua neraca dari dua periode waktu berbeda. Nantinya dari perbandingan ini bisa didapatkan kelompok aktiva dan pasiva. Keduanya memiliki peran penting dalam menunjukkan status finansial sebuah perusahaan. Perbandingan ini harus dilakukan dengan cermat sehingga bisa didapatkan nilai plus minus dari perbandingan tersebut.

4. Lakukan Penyusunan Laporan

Jika data laba rugi dan neraca sudah siap maka bisa segera dilakukan penyusunan laporan. Laporan cash flow ini punya tiga komponen yang artinya semua komponen tersebut harus dilibatkan. Pertama ada cash flow dari kegiatan bisnis atau operating activities. Kemudian ada cash flow dari kegiatan investasi yang artinya merupakan kegiatan pasif.

Selain itu komponen ketiga dari laporan ini adalah cash flow dari kegiatan pendanaan atau financing activities. Semua data ini dibuat dalam kolom yang berbeda karena merupakan tiga komponen yang berbeda. Ketiganya punya peran penting bagi pebisnis untuk menentukan status perusahaannya.

5. Lakukan Evaluasi

Setiap kali selesai menyusun laporan keuangan, apapun jenis laporannya, harus dilakukan evaluasi. Cermati kembali data-data yang sudah dimasukkan. Evaluasi ini akan menjadi langkah efektif yang dilakukan untuk meminimalkan kesalahan penyusunan laporan.

Itulah tadi langkah pembuatan laporan arus kas yang perlu dilakukan oleh sebuah perusahaan. Laporan ini bisa menjadi acuan evaluasi bisnis, acuan penggunaan modal, juga acuan investasi. Banyak jenis investasi yang bisa dipilih dan P2P lending adalah salah satu pilihan yang bisa dikatakan menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *